Skip to main content

Posts

Perhatikan jenis makanan bayi umur 6 bulan yang wajib di hindari

Bunda mungkin sering banget khawatir sama si kecil kalau lagi sendirian atau bahkan takut makanan yang di berikan untuk si kecil gak boleh dimakan di usianya , kalia ini mimin mau bahas makanan yang tidak boleh di berikan untuk bayi di usia 6 bulan bahkan di bawah 6 bulan , berikut makanan nya : "Baca juga obat alami atasi batuk berdahak si kecil" Susu sapi (6 bulan sampai 1 tahun) , sering banget buat bunda yang sibuk atau asinya gak keluar maka si kecil diberi susu formula , padahal yang harusnya bunda ketahui kudu jaga kesehatan jaga pola makan dan yang pasti makan-makanan yang bisa membuat asi bunda banyak produksinya sehingga tidak kehasbisan asi saat si kecil akan minum susu. Madu, sangat disarankan jangan memberi madu untuk anak dibawah 1 tahun sampai 1 tahun Garam (makanya kalau waktu MPASI) boleh pakai garam , asal jangan melebihi kadarnya <1 gr /hari - umur 1 tahun Makanan , maksudya disini jangan memberikan makanan seperti permen  lalu jelly , selalai yang...
Recent posts

Obat alami atasi batuk berdahak pada anak

Assalamualaikum wr.wb. selamat pagi menjelang siang semuanya , kali ini ainun balik lagi dengan blog yang lama dan dengan tema baru seputar kesehatan atau bisa juga blog ini ainun isi dengan parenting . Kali ini ainun mau ngasih tau bunda semua kalau ada obat alami untuk atasi batuk berdahat pada si kecil , tentunya di musim pancaroba batuk dan pilek itu kayak udah biasa banget . kali ini ainun mau kasih tau apa saja obatnya , berikut obatnya : sup ayam  minyak kayu putih / minyak telon (bisa membuat hangat tubuh si kecil) madu , madu ini  yang biasanya sering digunain kalau si kecil lagi sakit demam air , perbanyak si kecil minum air putih atau bisa air hangat jus lemon 

puisi islami

Virus-virus neraka (Ainun Masyrifah) Waktu terus menapak mengunyah sisnis Mendobrak wajah-wajah bengis Melototiku yang sedaritadi terduduk manis Sibuk menahan darah nista yang berkucur dikelopak mata Diujung senja aku merabah wajah duka Racun-racun kegelapan Membayangi jati diri yang terluka Tergores oleh pedang kejahiliyahan Terdorong kejurang kesuraman Hingga terjebak di lumpur nista Aku termenung dalam kesunyian Melihat bumi masih terselimuti virus neraka Hingga membawaku terbang kedalam fatamorgana Kegundahan melandaku,harus kemana aku? Virus itu meledekku”onggok sampah” Aku tersiksa oleh virus-virus neraka Masih rendahkah aku Disbanding kotoran nista? Hingga insane tak mengulurkan tangan diatas dukaku Pantaskah aku berlenggang dalam taman indahmu ya… robbi Sedangkan aku lumuran virus mengendap ditubuhku Pantaskah aku berlehai didepanmu ya… robbi Sedangkan aku,deretan nista masih menggantung ditubuhku Tapi rangkaian kal...

ta'aruf

Ku Ingat Memori Ta’aruf Santri Pramuka Kwartir Cabang Tulang Bawang Barat (Karya:Ainun Masyrifah) Matahari telah bergeser, tetapi panasnya belum berkurang. Sementara awan putih yang menghalangi untuk meredupkan cahayanya sudah jauh meninggalkannya. Seolah bercerai karena sebuah keegoisan semata.Namun,apa daya,matahari tetaplah matahari yang selalu bersinar dengan keperkasaannya. Dan awan tetaplah awan yang hanya terbang mengambang dan pasti akan hilang menjadi hujan atau embuan di pucuk-pucuk kembang dan dedaunan. Pagi menjelang siang itu entah perasaan apa yang ada di dalam diriku, meneteskan embuan segar merembas dalam dasar sanubariku.Bersama detakan jantung, sang nafas menjadi tasbih mengamini do’a hati yang penuh pengharapan, agar Allah berkenan mengabulkan do’aku. Usai mandi dan sholat duhur,suasana masjid terlihat lengang. Hanya beberapa orang saja yang masih terduduk di masjid untuk bertadarus dan sholat sunnah ,di saat itu hanya ada aku dan lia yang terlihat, sedangka...

cerpen lama pos baru

Kehidupan di Kota Metropolis (Ainun Masyrifah) Pantaskah hamba bertanya,”siapa hamba?” mungkin banyak bertanya, makin lama dua jawaban tiba ,makin ku tunggu makin jenuh makin ku impikan  malah makin menghadirkan jutaan peluh. Mungkin hamba bagaikan seonggok sampah amat bau,jorok dan menjijikkan yang mengembara tersebar berserakan ditengah udara yang kotor terombang ambing tanpa tujuan, bersamanya tenggelam bersama jutaan buih yang menumpuk berjamaah bersama buih-buih yang lain. Hingga terkadang rasa muak pun tak tertahan, dihantam oleh hujan yang lebat hingga aromanya semerbak membuat semua orang lari menjauh Mungkin inilah hidup yang ku alami saat ini. Dianggap manusia rendah dimatanya karena hidup tak punya tujuan dan arah yang pasti, di tengah kerasnya kehidupan membuat diriku semakin tak punya tujuan hidup. Dengan hanya bermodalkan kesungguhan, cita-cita, anggapan dan harapan yang suci, tapi malah di anggap murahan, di anggap remeh karena hanya bermodal kesungguhan, ...